Mauro Icardi dalam kondisi tengah tajam-tajamnya

Mauro Icardi dalam kondisi tengah tajam-tajamnya

Inter menghadapi musim 2017/2018 dengan bayang-bayang performa buruk musim lalu yang menyebabkan klub itu mengalami tiga kali pergantian pelatih. Alhasil, Nerazzurri pun gagal tampil di kompetisi Eropa.

Inter Milan tengah tampil oke di awal musim dan memuncaki klasemen sementara Serie A. Salah satu alasannya karena Mauro Icardi tengah tajam-tajamnya.

Luciano Spalletti datang dan melakukan perubahan drastis dari sisi permainan serta mentalitas para penggawa Inter. Sementara dari sisi skuat, relatif tak banyak yang berubah.

Tapi satu yang berubah adalah ketajaman kapten sekaligus striker utama Inter, Icardi, yang makin meningkat musim ini di bawah asuhan Spalletti.

Tengok saja ketika musim baru berjalan sepuluh pekan, Inter sudah ada di posisi pertama klasemen dengan 26 poin dan unggul satu angka dari Napoli yang baru bertanding dinihari WIB nanti.

Icardi berperan besar dalam mengantarkan Inter sebagai salah satu tim yang belum terkalahkan selain Napoli. Dua golnya ke gawang Sampdoria dalam kemenangan dengan skor 3-2 di Giuseppe Meazza, Rabu (25/10/2017) dinihari WIB.

Bagi Icardi, itu adalah gol ke-11 dari 10 pertandingan musim ini yang membuatnya menguntit Ciro Immobile di puncak topskorer dengan 13 gol. Selain itu, Icardi sudah sudah empat musim beruntun minimal mencetak 10 gol di Serie A.

Setelah 22 gol di musim 2014/2015, Icardi bikin 16 gol di musim 2015/2016, dan 24 gol di musim 2016/2017. Meazza memang rumah menyenangkan untuk Icardi karena dia sudah bikin tujuh gol dari lima pertandingan berlalu.

Dengan total 11 golnya musim ini, Icardi berperan dalam hadirnya 50 persen dari total 20 gol Inter sejauh ini. Sementara para pemain lain seperti Ivan Perisic (tiga gol), Milan Skriniar dan Marcelo Brozovic (dua gol) jauh berada di bawahnya.

Kini Inter tentu berharap Icardi bisa terus mempertahankan ketajamannya agar mereka tetap eksis di papan atas mengingat persaingan saat ini begitu ketat. Memang langkah Juve tengah terseok-seok tapi mereka tetaplah unggulan utama dan mental juara Si Nyonya Tua tidak boleh diremehkan.

Bisakah, Icardi?

Mauro Icardi dalam kondisi tengah tajam-tajamnya

Manchester City menang lewat adu penalti

Manchester City menang lewat adu penalti

Pada pertandingan babak keempat Piala Liga Inggris di Etihad Stadium, Rabu (25/10/2017) dinihari WIB, City tetap mendominasi permainan kendati memainkan sebagian besar pemain pelapisnya. Namun, The Citizens gagal menjebol gawang Wolves selama 120 menit. Hingga akhir extra time, skor 0-0 tak berubah.

Kegemilangan Claudio Bravo mewarnai lolosnya Manchester City ke perempatfinal Piala Liga Inggris. Bravo jadi bintang dalam kemenangan City atas Wolverhampton Wanderers lewat adu penalti.

City justru berkali-kali terancam oleh serbuan Wolves. Beruntung buat mereka, Bravo bermain sangat apik dan beberapa kali menyelamatkan gawangnya dalam situasi satu lawan satu.

Bravo kembali memperlihatkan ketangguhannya dalam adu penalti. Dia menggagalkan eksekusi dua pemain Wolves untuk membantu City memenangi adu penalti dengan skor 4-1.

Jalannya Pertandingan

City mendapatkan peluang pertamanya lewat Sergio Aguero pada menit keenam. Namun, tembakan Aguero dimentahkan oleh penjaga gawang Wolves, Will Norris.

Tak berselang lama, Aguero mendapatkan dua peluang lain. Namun, dua tembakan Aguero tak menemui sasaran.

Wolves gantian mengancam gawang City pada menit ke-33. Tendangan bebas Ben Marshall disambut sundulan kepala Ryan Bennett, tapi Bravo masih bisa mengantisipasinya.

Berselang tiga menit, Aguero kembali mendapatkan kesempatan untuk membawa City unggul. Tetapi, tembakannya digagalkan Norris.

Menjelang akhir babak pertama, Wolves berpeluang unggul lewat Bright Enobakhare. Enobakhare mampu mengalahkan Eliaquim Mangala, tapi gagal menaklukkan Bravo. Bravo menyelamatkan gawang City dengan kakinya.

City masih mendominasi di babak kedua dan terus menekan. Sementara itu, Wolves menunggu kesempatan untuk melancarkan serangan balik.

Wolves mendapatkan peluang emas pada menit ke-65. Helder Costa tinggal berhadapan dengan Bravo, tapi gagal menaklukkan penjaga gawang City itu.

Norris melakukan blunder yang membuat Wolves dalam bahaya. Dia membuang bola dengan buruk, yang berujung peluang untuk Aguero. Tapi, Norris menebus kesalahannya dengan menggagalkan usaha Aguero mencetak gol.

Tak kunjung mencetak gol, City memasukkan Kevin De Bruyne dan menarik Gabriel Jesus. Tim tuan rumah mendapatkan kans pada menit ke-87 lewat Raheem Sterling, tapi tembakan Sterling tak menemui sasaran.

Di injury time, serangan balik Wolves kembali membahayakan City. Enobakhare yang mendapatkan umpan dari Connor Ronan melepaskan tembakan, tapi Bravo lagi-lagi dengan sigap menyelamatkan gawangnya.

Hingga berakhirnya 2×45 menit, kedua tim sama-sama gagal mencetak gol. Laga pun berlanjut ke extra time.

Dalam extra time, City punya peluang untuk unggul lewat Sterling, Leroy Sane, Yaya Toure, De Bruyne, dan Aguero. Namun, tak satu pun peluang itu yang bisa dikonversi menjadi gol. Karena tak ada gol selama 120 menit, penentuan pemenang pun harus dilakukan melalui adu penalti.

Bravo tampil sebagai pahlawan City dalam adu penalti ini. Kiper asal Chile itu mementahkan tembakan dua algojo Wolves, Alfred N’Diaye dan Conor Coady. Dia cuma gagal menghentikan tembakan Leo Bonatini.

City memenangi adu penalti dengan skor 4-1. Keempat eksekutor mereka, yaitu De Bruyne, Toure, Sane, dan Aguero, menjalankan tugasnya dengan baik.

Susunan Pemain
Manchester City: Bravo, Danilo (Walker 103′), Mangala, Adarabioyo (Stones 90′), Zinchenko, Bernardo Silva (Sane 94′), Toure, Sterling, Guendogan, Aguero, Gabriel Jesus (De Bruyne 82′)

Wolverhampton Wanderers: Norris, Batth, Coady, Hause, Bennett, Vinagre, N’Diaye, Price, Mashall (Ronan 72′), Costa (Cavaleiro 78′), Enobakhare (Bonatini 90′)

Manchester City menang lewat adu penalti

Kylian Mbappe mendapat penghargaan Golden Boy 2017

Kylian Mbappe mendapat penghargaan Golden Boy 2017

Mbappe, 18 tahun, tampil sensasional di sepanjang musim lalu saat masih berseragam AS Monaco. Sebanyak 26 gol dan 14 assist diciptakannya untuk mengantar Monaco menjuarai Ligue 1 dan maju ke semifinal Liga Champions.

Bintang muda Prancis Kylian Mbappe diganjar penghargaan Golden Boy 2017. Mbappe mengalahkan Ousmane Dembele (Barcelona) dan Marcus Rashford (Manchester United).

Penampilan luar biasa itu kemudian menarik minat rival domestik Monaco, Paris St. Germain, yang rela menebus Mbappe dengan harga lebih dari 100 juta euro untuk memindahkan dia ke ibukota.

Bersama klub barunya, Mbappe terus mengilap. Sudah empat gol dan empat assist yang dibuat Mbappe di 11 penampilannya untuk PSG selama 2017/2018.

Surat kabar Italia, Tuttosport, yang menggelar penghargaan ini, mengumumkan pada akhir pekan lalu bahwa Mbappe berada di tiga besar calon penerima penghargaan itu bersama Dembele dan Gabriel Jesus (Manchester City). Namun, pada hasil pemungutan suara yang diumumkan Senin (23/10), justru Rashford berada di tempat ketiga dengan mengoleksi 76 poin, lebih banyak daripada Jesus (72).

Mbappe tidak tersaingi dengan mendapatkan 291 poin, diikuti Dembele dengan 149 poin. Demikian diwartakan FourFourTwo.

Penghargaan ‘Bocah Emas’ ini diperuntukkan bagi pesepakbola di bawah 21 tahun yang berlaga di liga-liga top Eropa. Pemenang ditentukan oleh voting yang melibatkan media-media ternama Eropa termasuk Bild (Jerman), Blick (Swiss), L’Equipe, France Football (Prancis), Marca, Mundo Deportivo (Spanyol), De Telegraaf (Belanda), dan The Times (Britania).

Sejak digelar pada 2003, penghargaan ini telah diraih oleh para pemain top seperti Wayne Rooney, Lionel Messi, Cesc Fabregas, Sergio Aguero, dan Paul Pogba.

Kylian Mbappe mendapat penghargaan Golden Boy 2017

Lazio langsung membuka skor di menit ketujuh

Lazio langsung membuka skor di menit ketujuh

Bertanding di Stadio Olimpico, Senin (23/10/2017) dini hari WIB, Lazio langsung membuka skor di menit ketujuh. Ciro Immobile membobol gawang Cagliari lewat titik putih, setelah dilanggar Luca Crosta di kotak penalti. Tuan rumah memimpin 1-0.

Tren positif Lazio berlanjut di pekan kesembilan Serie A. Menghadapi Cagliari, tim besutan Simone Inzaghi itu menang meyakinkan dengan skor 3-0.

Terus menekan, Lazio bisa menggandakan kedudukan di menit ke-41. Lagi-lagi lewat aksi Immobile, striker berusia 27 tahun itu bisa memaksimalkan umpan sundulan Adam Marusic. Lazio unggul 2-0 saat jeda.

Lazio cuma butuh empat menit selepas kickoff babak kedua untuk memperbesar keunggulan. Kali ini Bastos yang merobek gawang Thoma Strakosha untuk membawa Biancoceleste memimpin 3-0.

Di sisa laga, Cagliari coba membalas lewat beberapa peluang Diego Farias. Namun upayanya belum berhasil membuahkan gol.

Sementara serangan Lazio juga tidak menghadirkan gol tambahan. Skor 3-0 tetap bertahan hingga peluit panjang berbunyi.

Tambahan tiga poin ini membuat Lazio tetap bertahan di peringkat empat dengan raihan 22 poin, cuma kalah gol dari Juventus di posisi tiga dan tertinggal tiga angka dari Napoli selaku pemuncak klasemen.

Sementara Cagliari turun ke posisi 16 dengan raihan enam poin dari sembilan laga, cuma unggul selisih gol dari Crotone yang menghuni peringkat 18 atau batas terakhir zona degradasi.

Susunan Pemain

Lazio: Strakosha, Bastos, De Vrij, Radu (Felipe 70′), Marusic (Caicedo 78′), Parolo, Leiva (Murgia 57′), Milnikovic-Savic, Lulic, Alberto, Immobile

Cagliari: Crosta, Romagna, Andreolli, Pisacane, Padoin (Miangue 76′), Barella, Ionita, Dessena (Farago 64′), Pedro, Sau (Pavoletti 58′), Farias

Lazio langsung membuka skor di menit ketujuh

Gol kontroversial yang dicetak Gerard Deulofeu

Gol kontroversial yang dicetak Gerard Deulofeu

Menjamu Malaga di Camp Nou, Minggu (22/10/2017) dinihari WIB, Barca langsung memimpin saat pertandingan baru berjalan dua menit. Umpan tarik Lucas Digne di sisi kiri diselesaikan Deulofeu dengan sontekan dari jarak dekat. .

Barcelona memang mengalahkan Malaga 2-0. Kemenangan itu diwarnai oleh gol kontroversial yang dicetak Gerard Deulofeu di menit-menit awal pertandingan.

Namun, yang jadi masalah adalah setelah menerima operan Andres Iniesta, tendangan Digne mengenai pemain lawan sehingga bola memantul kembali ke arahnya. Dari tayangan ulang pertandingan terlihat jelas, Digne terlambat mencegah bola keluar dari garis gawang sebelum mengirimnya kepada Deulofeu.

Wasit tetap menganggap gol tersebut sah. Meskipun para pemain Malaga memprotes keras.

Di babak kedua, Iniesta memastikan kemenangan Barca dengan golnya di menit 56 yang mengubah kedudukan menjadi 2-0.

“Aku tidak melihat sebuah masalah,” ungkap Deulofeu kepada BeIN Sports, usai pertandingan yang dikutip Marca. “Aku memang belum melihat tayangan ulang insiden itu, tapi bagiku (golnya) legal.”

“Aku percaya ini, itulah mengapa aku terus bermain,” kata mantan pemain Everton dan AC Milan ini.

Kemenangan ini mengukukuhkan posisi Barca di puncak klasemen sementara La Liga usai mengantongi 25 poin. Barca unggul delapan poin dan sembilan poin dari rival-rivalnya; Real Madrid dan Atletico Madrid yang belum bertanding.

Gol kontroversial yang dicetak Gerard Deulofeu

Cesc Fabregas sempat benci betul dengan Jose Mourinho

Cesc Fabregas sempat benci betul dengan Jose Mourinho

Sebelum bekerja sama di Chelsea, Fabregas rupanya punya pandangan jelek soal Mourinho. Itu tak lepas dari sejarah klub keduanya.

Cesc Fabregas sempat benci betul dengan Jose Mourinho. Namun setelah dilatih Mourinho, gelandang asal Spanyol itu justru kagum dengannya.

Fabregas pernah membela Arsenal pada musim 2003-2011. Sementara Mourinho pernah menukangi Chelsea di periode pertamanya pada musim 2004-2007. Pada era pertama Mourinho, Arsenal dan sang manajer Arsene Wenger memang kerap berseteru.

Pun begitu ketika Fabregas bermain untuk Barcelona pada musim 2011-2014. Ia juga menjadi lawan Mourinho yang menukangi Real Madrid pada musim 2010-2013.

Keduanya baru berada satu tim di Chelsea pada 2014 silam dan kolaborasi mereka menghasilkan trofi Premier League serta Piala Liga Inggris di musim pertama.

Pada majalah Vanity Fair, Fabregas mengaku kalau dia dulu begitu membenci Mourinho. Namun setelah bekerja sama, ia mengaku mendapat banyak ilmu dan justru berbalik mengagumi Mourinho.

“Jose Mourinho? Dia adalah musuh saya sewaktu dia di Madrid atau Chelsea,” ujar Fabregas seperti dilansir Sky Sports.

“Kami bersaing dan ingin mengalahkan satu sama lain. Dari situlah saya menjadi pemainnya di Chelsea dan akan benar-benar menurutinya,” sambungnya.

“Saya belajar banyak darinya dan saya punya kenangan yang positif bersamanya yang akan saya ingat seumur hidup,” tutup Fabregas.

Kini keduanya kembali menjadi musuh karena Mourinho menukangi Manchester United sementara Fabregas adalah pemain Chelsea.

Cesc Fabregas sempat benci betul dengan Jose Mourinho

Everton tak beranjak dari dasar klasemen di grupnya di Liga Europa

Everton tak beranjak dari dasar klasemen di grupnya di Liga Europa

Menjamu Lyon di Goodison Park, Jumat (20/10/2017) dinihari WIB, Everton hanya bisa mencetak satu gol melalui pemain belakang Ashley Williams. Sementara itu, dua gol penentu kemenangan Lyon dilesakkan oleh Nabil Fekir dan Bertrand Traore.

Everton tak beranjak dari dasar klasemen di grupnya di Liga Europa. The Toffees gagal menambah poin usai dikalahkan Lyon dengan skor 1-2 di kandang sendiri.

Dengan hasil ini, Everton belum sekali pun menang dalam tiga pertandingan di fase grup Liga Europa. Tim asuhan Ronald Koeman itu sekali seri dan dua kali kalah.

Everton tetap menjadi juru kunci di Grup E dengan perolehan satu poin. Mereka ada di bawah Atalanta (7), Lyon (5), dan Apollon Limassol (2).

Lyon mendapatkan hadiah penalti pada menit keenam menyusul pelanggaran Mason Holgate terhadap Fernando Marcal. Fekir menjadi eksekutor penalti dan berhasil menaklukkan penjaga gawang Everton, Jordan Pickford.

Everton baru bisa menyamakan kedudukan pada menit ke-69. Williams sukses memaksimalkan bola tendangan bebas Gylfi Sigurdsson dan sundulan kepalanya mengubah skor menjadi 1-1.

Saat berusaha mencetak gol kedua, Everton malah kemasukan di menit ke-75. Traore, yang sebenarnya dikawal oleh Michael Keane, mencetak gol dari jarak dekat dengan memanfaatkan umpan Maxwell Cornet.

Susunan Pemain
Everton: Pickford; Holgate, Keane, Williams, Martina; Schneirderlin (Sigurdsson 57′), Davies, Klaassen (Lookman 46′); Mirallas (Sandro 68′), Vlasic, Calvert-Lewin

Lyon: Lopes; Marcal, Diakhaby, Marcelo, Tete; Aouar, Tousart; Depay (Ndombele 89′), Fekir (Ferri 61′), Traore; Maolida (Cornet 70′)

Everton tak beranjak dari dasar klasemen di grupnya di Liga Europa

Oezil sedang frustrasi karena aktivitas belanja Arsenal

Oezil sedang frustrasi karena aktivitas belanja Arsenal

Gelandang internasional Jerman itu baru enam kali bermain di Premier League. Alih-alih mencetak gol atau assist, Oezil justru mendapat kritik di beberapa penampilannya.

Pemain bintang Arsenal Mesut Oezil masuk belum oke di 2017/2018. Hal itu diyakini karena Oezil sedang frustrasi karena aktivitas belanja Arsenal di musim panas.

Persoalan kontrak Oezil, yang akan habis di akhir musim ini, tidak membantu situasinya di London Utara. Manajer Arsenal Arsene Wenger tampak pasrah andai kehilangan pemainnya itu.

Mantan pemain top Arsenal, Robert Pires, percaya mentalitas Oezil tidak ideal. Menyusul kegagalan Arsenal mendapatkan pemain baru yang cukup untuk bersaing di berbagai kompetisi.

“Oezil adalah seorang prajurit yang ingin memenangi sesuatu, dan saat ini dia membuat kesan bahwa dia terganggu karena Arsenal tidak memiliki skuat yang bisa memenangi sesuatu,” ungkap pria Prancis itu kepada Sport Bild.

“Uang yang mereka (Arsenal) belanjakan hanya untuk mendatangkan Alexandre Lacazette. Itu tidak cukup untuk bersaing menjadi juara.”

Kini, Oezil justru cukup ramai dikait-kaitkan dengan kepindahan ke klub rival, Manchester United. Hubungan baiknya dengan manajer Jose Mourinho diyakini ikut mendorong potensi terwujudnya transfer itu.

Oezil sedang frustrasi karena aktivitas belanja Arsenal

Modric menjelaskan alasannya meninggalkan Tottenham Hotspur

Modric menjelaskan alasannya meninggalkan Tottenham Hotspur

Modric menjadi bagian Suprs sejak musim 2008/2009 sampai 2011/2012 dengan menorehkan 17 gol dari 159 penampilan di semua ajang. Bersama Spurs, dia selalu menjadi pemain inti, namun tak ada yang berhasil dirasakan.

Luka Modric menjelaskan alasannya meninggalkan Tottenham Hotspur yang sudah dibela selama empat musim. Dia merasa pindah ke Real Madrid untuk naik level.

Madrid pun pada akhirnya tertarik dengan gelandang serang asal Kroasia itu. El Real mengajukan penawaran sebesar 30 juta euro untuk membawa Modric ke Santiago Bernabeu.

Bersama Madrid, Modric berhasil merasakan 12 gelar juara, yang di antaranya tiga Liga Champions, satu La Liga, dua Piala Super Spanyol, dua Piala Dunia Antarklub, tiga Piala Super Eropa, dan satu Copa del Rey.

Kini, Modric akan bertemu mantan klubnya di Liga Champions, Rabu (18/10/2017) dinihari WIB. Jelang laga tersebut, dia memberitahukan alasannya pergi meninggalkan London Utara.

“Setelah empat tahun di Tottenham, di mana saya sudah mentok, saya memerlukan tantangan baru untuk membawa karier saya ke tingkat selanjutnya. Madrid adalah klub yang ideal untuk saya dan ketika saya mendengar mereka tertarik, tidak ada pilihan lain,” kata Modric seperti dikutip Marca.

“Bermain di Santiago Bernabeu sangat spesial. Ini adalah Stadion terindah yang pernah saya tempati dan saya harap bahwa saya masih di sini selama bertahun-tahun ke depan,” sambung pria 32 tahun itu.

Modric menjelaskan alasannya meninggalkan Tottenham Hotspur

Inter Milan mulai digadang-gadang sebagai kandidat juara

Inter Milan mulai digadang-gadang sebagai kandidat juara

Nerazzuri membuat pernyataan dengan kemenangan atas rival sekotanya, AC Milan, dengan skor 3-2 di Giuseppe Meazza, Senin (16/10/2017) dinihari WIB. Icardi menginspirasi Inter dengan mencetak hat-trick, sedangkan gol-gol balasan Milan diciptakan Suso dan gol bunuh diri Samir Handanovic.

Inter Milan mulai digadang-gadang sebagai kandidat serius Scudetto di musim ini. Mauro Icardi menegaskan fokus timnya kini hanya laga berikutnya melawan Napoli.

Hasil ini mendongrak Inter di papan klasemen sementara. Inter berhak duduk di peringkat kedua usai mengumpulkan 22 poin, hanya dua poin di bawah Napoli.

Icardi dkk. juga menjadi satu dari dua tim bersama Partenopei yang belum terkalahkan di 2017/2018. Dari delapan partai yang telah dilakoni, Inter meraup tujuh kemenangan dan hanya sekali seri yang didapat di markas Bologna.

Di pekan kesembilan, Inter akan melawat ke markas Napoli. Andai hasil positif bisa diraih, La Beneamata memang betul-betul layak diperhitungkan dalam bursa juara.

“Masih terlalu awal untuk membicarakan tentang persaingan Scudetto. Kami sedang melakukan banyak hal dengan tepat sejak pramusim dan sekarang kami harus memikirkan tentang pertandingan berikutnya melawan tim hebat seperti Napoli,” ucap Icardi kepada Mediaset Premium, yang dikutip Football Italia.

“Itu adalah sebuah pertandingan istimewa bagiku karena Napoli adalah pemimpin klasemen dan memainkan sepakbola terbaik di Eropa,” penyerang Inter itu menambahkan.

Inter Milan mulai digadang-gadang sebagai kandidat juara